Jumat, 30 September 2016

Elemen-Elemen Komunikasi Massa

    Secara ringkas proses sederhana komunikasi meliputi komunikator mengeriminkan pesan melalui saluran kepada komunikan ( penerima) . Dalam komunikasi massa pengirim sering disebut sebagai sumber atau komunikator , sedangkan penerima pesan yang berjumlah banyak disebut audience, komunikan , pendengar,pemirsa, penonton , atau pembaca . Sementara itu , saluran dalam komunikasi massa yang dimaksud antara lain televisi , radio, surat kabar , buku , film dan internet juga sering disebut media massa . Ada beberapa elemen dalam komunikasi massa , antara lain komunikator , isi , audience , umpan balik , gangguan (saluran dan semantik) , gatekeeper , pengatur , filter .

A. Komunikator

    Komunikator dalam komunikasi massa sangat berbeda dengan komunikator dalam bentuk komunikasi yang lain . Komunikator disini meliputi jaringan , statsiun lokal , direktur dan staff teknis yang berkaitan dengan sebuah acara televisi . Jadi , Komunikator meruapakan gabungan dari berbagai individu dalam sebuah lembaga media massa . Dengan demikian komunikator dalam komunikasi massa bukan invidu tetapi kumpulan orang yang berkerja sama satu sama lain . Meskipun ada orang yang dominan , pada akhirnya ia akan terbatasi perannya oleh aturan kumpulan orang . Kumpulan orang itu bisa disebut organisasi , lembaga , institusi , atau jaringan . 
      Komunikator dalam komunikasi massa bersifat mencari keuntungan . Bahkan semata-mata mencari keuntungan tetapi orientasi keuntungan menjadi dasar pembentukan organisasi . Ada beberapa karakteristik yang dimiliki oleh komunikator dalam komunikasi massa . Hiebert , Ungurait , dan Bohn pernah mengemukakan setidak-tidaknya lima karakteristik :
  1. Daya saing
  2. Ukuran dan kompleksitas
  3. Industralisasi
  4. Spesialisasi
  5. Perwakilan
Ciri yang melekat pada diri komunikator menunjukan bahwa komunikator dalam komunikasi massa begitu kompleks dan tidak hanya dikelola oleh satu orang .

B. Isi

      Bagi  Ray Eldon Hiebert(1985) isi media setidak-tidaknya bisa dibagi ke dalam lima katagori yakni :
  1. Berita dan Informasi
  2. Analisis dan Interprestasi
  3. Pendidikan dan Sosialisai
  4. Hubungan masyarakat dengan persuasi
  5. Iklan dan bentuk penjualan lain 
  6. Hiburan 
Berita dan informasi merupakan hal pokok yang harus dimiliki oleh media massa . Media menggali semua peristiwa yang terjadi di masyarakat  . Disamping itu media massa tidak sekedar memberitakan , tetapi mengevaluasi dan menganalisis setiap kejadian tersebut . Ketika media massa dengan informasi dan analisisnya memberikan ilmu pengetahuan pada masyarakat secara tidak langsung media memiliki sifat mendidik 
       Iklan menjadi salah satu yang tidak dapat di pisahkan oleh media massa . Iklan bisa bersifat persuasi . Lewat iklan lah hidup mati surat kabar ditentukan . Meskipun ada media yang bisa hidup tanpa iklan hal ini relatif dan jarang terjadi sama sekali . 

C Audience

     Audience yang di maksud dalam komunikasi massa sangat beragam , dari jutaan penonton televisi , ribuan pembaca koran . Masing-masing audience berbeda satu sama lain di antara nya dalam hal berpakaian , berpikir , menanggapi pesan yang di terimanya , pengalaman, dan orientasi hidupnya . Akan tetapi masing-masing individu bisa saling mereaksi pesan yang diterimanya . Menurut Hiebert dan kawan-kawan audience dalam komunikasi massa setidak-tidaknya mempunyai 5 karakteristi :
  1. Audience cenderung berisi individu-individu yang condong untuk berbagai pengalaman dan di pengaruhi oleh hubungan sosial di antara mereka .
  2. Audience cenderung besar
  3. Audience cenderung hiterogen
  4. Audience cenderunganonim
  5. Audience secara fisik dipisahkan oleh komunikator .
D. Umpan Balik

      Dalam Komunikasi massa umpan balik terjadi secara tidak langsung . Ada 2 umpan balik dalam komunikasi , yakni umpan balik langsung dan umpan balik tidak langsung . Umpan balik langsung terjadi jika komunikan dan komunikator berhadapan langsung . Umpan balik tidak langsung , misalnya  
bisa ditunjukan dalam surat pembaca/pembaca menulis . Umpan balik bahkan merupakan yang direflesikan kepada komunikan setelah dipersimpangkan dalam waktu tertentu sebelum dikirimkan.
      
E. Gangguan 

1. Gangguan Saluran

      Gangguan dalam saluran komunikasi massa biasanya selalu ada gangguan berupa seperti kesalahan cetak , kata yang hilang atau paragraf yang dihilangkan dari surat kabar . Gangguan juga bisa di sebab kan oleh faktor luar . Salah satu solusi mengetasi adanya ganguan terhadap saluran ( misalnya) adalah pengurangan cara yang di sajikan . Pengulangan kadang memakai hukum law of diminishing . cara lain mengatasi gangguan adalah dengan cara mempertajam saluran komunikasi massa . 

2. Gangguan Semantik

      Gangguan yang berhubungan dengan saluran mungkin ada di mama-mana dan menjadi penghambat dalam komunikasi massa, tetapi tidak demikian dengan hal nya gangguan semantik ( kata ) . Di dalam komunikasi antarpesona , kita telah mengetahui gangguan semantik seperti kendala bahasa , perbedaan pendidikan ,status sosial ekonomi , tempat tinggal . Hambatan simentaik dalam komunikasi berbeda baik secara kuantitatif maupun kualitatif dari hambatan yang terjadi antarpesona . 

F. Gatekeeper

     Istilah Gatekeeper ini pertama kali dikenalkan oleh Kurt Lewin dalam bukunya Human Relation . Kata tersebut merupakan sebuah istilah yang berasal dari lapangan sosiologi  tetapi digunakan dalam penlitian komunikasi massa . John R Bittner ( 1996) mengistilahkan gatekeeper sebagai " individu-individu atau kelompok orang yang memantau arus informasi dalam subuah saluran komunikasi massa . Gatekeeper mempunyai efek potensial di dalam proses komunikasi massa , khususnya jika media yang seharusnya milik masyarakat itu di kontrol dan dikendalikan oleh kekuatan . Gatakeeper memiliki arti sebagai penyaring informasi

G. Pengatur 

      Ada pola hubungan yang saling terkait antara media massa dengan pihak lain . Pihak lain yang di maksud adalah pemerintah dan masyarakat . Hubungan ini biasanya selalu berjalan tidak harmonis sebab masing-masing pihak berbeda tuntutan dan saling menguasai satu sama lain .Mereka yang secara tidak langsung ikut mempengaruhi proses aliran media massa . Pengatur ini tidak berasal dari dalan tetapi dari luar ( pemerintah , pengedilan , organisasi ) . Pengatur bukan lah gatekeeper . Wilayah gatekeeper di dalam media memengaruhi secara langsung kebijakan media . Sementara pengatur secara tidak langsung ikut memengaruhi kebijakan media .

H. Filter

     Filter adalah kerangka berfikir melalui mana audience menerima pesan . Filter ibarat sebuang bingkai kacamata tempat audience bisa melihat dunia . Hal ini berarti dunia riil yang diterima dalam memori sangat terkantung dari bingkai tersebut . Ada beberapa filter antara lain fisik , psikologis , budaya , dan yang berkaitan dengan informasi . Filter di bagi menjadi 3 jenis :
  1. Filter psikologis 
  2. Filter fisik
  3. Filter budaya
Semua filter tersebut akan memengaruhi kuantitas dan kualitas pesan yang diterima dan respon yang dihasilkan . Sementara itu , audience memiliki perbedaan filter satu sama lain ( Hiebert, Ungurait , dan Bohn 1985) .



Daftar Pustaka :

Nurudin . 2006 . Pengantar Komunikasi Massa . Malang : PT Raja Grafindo

Fungsi-Fungsi Komunikasi Massa

       Ada banyak pendapat yang dikemukakan untuk mengupas fungsi-fungsi komunikasi massa . Sama dengan definisi komunikasi massa , fungsi komunikasi massa juga mempunyai latar belakang dan tujuan yang berbeda satu sama lain . Meskipun satu pendapat dengan pendapat lainnya berbeda , tetapi titik tekan mereka kemungkinan sama . Dalam membicarakan fungsi-fungsi komunikasi massa , ada hal yang perlu disepakati terlebih dahulu . 
      Ketika kita membiacarakan fungsi komunikasi massa yang harus ada dalam benak kita adalah kita juga sedang membicarakan fungsi media massa . Mengapa ? Karena komunikasi massa adalah komunikasi lewat media massa .
Fungsi komunikasi massa menurut Jay Black dan Frederick C Whiney (1998) antara lain :
  1. to infrom (menginformasikan)
  2. to entertain ( memberi hiburan )
  3. to persuade (membujuk)
  4. transmission of the culture (transmisi budaya) .
Sementara itu , fungsi komunikasi massa menurut John Vivian dalam bukunta The Media Of Mass Communication ( 1991) disebutkan :
  1. Providing information
  2. Providing Entertainment
  3. Helping to persuade
  4. Contribution to social cohesion ( mendorong koresi sosial ).
Dalam prespektif  Kritis , Fungsi komunikasi massa bosa ditambah sebagai melawan kekuasaan dan kekuatan represif , menggugat hubungan trikotomi antara pemerintah , pers , dan masyarakat .

A. Informasi

    Fungsi informasi meruapakan fungsi paling penting yang terdapat dalam komunikasi massa . Komponen paling penting untuk mengetahui informasi ini adalah berita-berita yang di sajikan . Iklan pun dalam beberapa hal memiliki fungsi memberikan informasi disamping fungsi-fungsi lainnya . Dalam pradigma lama buku termasuk dalam media komunikasi massa yang juga mempunyai fungsi informasi. Buku yang dimaksud bukan sekedar buku fiksi tetapi buku yang ditulis bedasarkan fakta-fakta pula .
    Sebab, informasi yang di maksud disini adalah informasi yang bedasarkan fakta . Alasannya , informasi yang tidak bedasarkan fakta sama dengan isu, kabar bohong , atau desas-desus.Film-film sejarah pun termasuk media komunikasi massa . Mengapa ? Sebab , faktanya ada . Hanya proses pembuatan dilakukan dengan psinsip-prinsip yang berlaku dalam pembuatan film . Selain film sinetron juga memberikan informasi . Sinetron yang tidak memberikan informasi biasanya hanya memberi aspek hiburan . Pokoknya asal penonton terhibur target pembuatan sinetron itu tercapai .

B. Hiburan 

     Fungsi hiburan untuk media elektronik menduduki posisi yang paling tinggi dibandingkan fungsi-fungsi yang lain . Masalahnya , masyarakat kita masih menjadikan televisin sebagai media hiburan . Dalam sebuah keluarga, televisi bisa sebagai perekat keintiman keluarga itu karena masing-masing anggota keluarga mempunyai kesibukan sendiri-sendiri . Setelah kelelahan dengan aktifitasnya masing-masing , ketika malam hari berada di rumah , kemungkinan besar mereka menjadikan televisi sebagai media hiburan sekaligus sarana untuk berkumpul bersama keluarga.Hal ini mendudukan televisi sebagai alat utama hiburan ( untuk melepas lelah ) . Acara hiburan itu juga dianggap perekat keluarga karena dapat ditonton bersama-sama sambil bercanda .

C. Persuasi

      Fungsi persuasi komunikasi massa tidak kalah pentingnya dengan fungsi informasi dan hiburan . bentuk tulisan yang kalau diperhatikan sekilas berupa informasi, tetapi jika diperhatikan secara lebih jeli ternyata terdapat fungsi persuasi . Tulisa pada Tajuk Rencana, artikel, dan surat pembaca merupakan contoh tulisan persuasi . Aktivitas Public Relations (PR) dan promosi khusus dalam komunikasi tatap muka juga menjadi bentuk dari fungsi persuasi .
       Banyak hal yang di baca, didengar,dan dilihat khalayak penuh dengan kepentingan persuasi ini . Kampanye politik yang akhir-akhir ini menyita perhatian kita merupakan murni dari persuasi . Berita-berita yang berasal dari pemerintah pada semua tingkatan mempunyai basis data propa ganda yang bertujuan untuk mempengaruhi .

D. Transmisi Budaya

     Transmisi Budaya   meruapakan fungsi komunikasi massa paling luas , meskipun paling sedikit dibicarakan . Transmisi budaya tidak dapat dielakan selalu hadir dalam berbagai bentuk komunikasi yang mempunyai dampak bagi individu . Budaya Komunikasi tersebut secara rutin dimodifikasi oleh pengalaman baru yang di dapat . Tranmisi budaya mengambil tempat dalam dua tingkatan , kontemporer dan historis .Didalam kontemporer media massa mempekuat konsensus nilai masyarakat yang selalu memperkenalkan bibit perubahan secara terus-menerus . Sementara secara historis telah dapat melewati pengalaman baru dari sekarang untuk di masa depan .

E. Mendorong Kohesi Sosial

     Kohesi yang dimaksud disini adalah penyatuan . Artinya, media massa mendorong masyarakat untuk bersatu . Dengan kata lain , media massa merangsang masyarakat untuk memikirkan dirinya bahwa becerai-berai bukan keadaan yang baik bagi kehidupan mereka . Media massa yang memberitakan arti pentingnya kerukanan hidup umat beragama, sama saja media itu mendorong kohesi seseorang .

F. Pengawasan

     Bagi Laswell , fungsi komunikasi massa memiliki fungsi pengawasan . Artinya menunjuk pada pengumpulan dari penyebaran informasi mengenai kejadian-kejadian yang ada disekitar kita . Fungsi pengawasan  bisa di bagi menjadi dua yakni warning or bawera surveillance atau pengawasan peringatan dan instrumental surveillance atau pengawasan instrumental .
      Fungsi pengawasan yang dapat dilihat dari pemberitaan tentang munculnya badai , topan . gelombang laut mengganas dan sebagainya . Bahkan peringatan ini tercermin dari kondisi ekonomi misalnya kenaikan drastis nilai tukar rupiah . Fungsi pengawasan juga meliputi suatu peringatan tentang informaso suatu wabah penyakit yang mulai menyebar dan akan adanya serangan militer yang di lakukan negara lain .

G. Korelasi

     Fungsi korelasi yang dimaksud adalah fungsi korelasi yang menghubungkan bagian-bagian dari masyarakat agar sesuai dengan lingkungannya. Erat kaitannya dengan fungsi ini adalah peranan media massa sebagai penghubung antara berbagai komponen masyarakat . Bagi Charles R. Wright fungsi korelasi juga termasuk menginterpretasikan pesan yang menyangkut lingkungan dan tingkah laku tertentu dalam mereaksi kejadian-kejadian .

H. Pewarisan Sosial

      Dalam hal ini media massa bersifat sebagai seorang pendidik , baik yang menyangkut pendidikan formal maupun informal yang mencoba meneruskan dan mewariskan suatu ilmu pengetahuan , nilai , pranata , dan etika dari generasi ke generasi . Ada juga yang mengatakan fungsi pewaris sosial ini dengan transmisi budaya . Jay Black dan Frederick C Whitney (1988) dua di antara ilmuan komunikasi yang mengatakan itu , tetapi fungsi ini sama dengan pewaris sosial . Sebab, yang namanya budaya meliputi tiga hal yakni ide, gagasan, aktivitas dan benda-benda hasil kegiatan .

I. Melawan Kekuasaan dan Kekuatan Repsensif

      Dalam kiurun waktu lama komunikasi masa di pahami secara linier merupakan fungsi-fungsi klasik yang diungkapkan sebelumnya , Hal ini dilupakan oleh banyak orang bahwa komunikasi massa bisa menjadi sebuah alat untuk melawan kekuasaan dan kekuatan repsensif . Komunikasi massa berperan memberikan informasi , tetapi informasi yang diungkapkan ternyata mempunyai motif-motif tertentu untuk melawan kemapaman . Memang diakui bahwa komunikasi massa juga berperan untuk memperkuat kekuasaan , tetapi juga bisa sebaliknya .

Daftar Pustaka :

Nurudin . 2006 . PengantarKomunikasi Massa .Malang : PT Raja Grafindo

Definisi Komunikasi Massa

        Pada dasar nya komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa (media cetak dan elektronik) ,dan juga memiliki arti komunikasi satu arah karena adanya feedback yang tertunda. Awal perkembangan nya, komunikasi massa berasal dari pengembangan media of mass communication ( media komunikasi massa ) . Media massa apa ? Media massa atau saluran yang di hasilnya oleh elektronik modern . Kita harus bisa membedakan massa dalam arti " umum " dengan massa dalam arti komunikasi massa . Massa dalam arti komunikasi massa lebih menunjukn pada penerima pesan yang berkaitan dengan media massa .
          Media Elektronik meliputi ( televisi , radio ) , media cetak ( surat kabar , majalah , tabloid ) dan media massa moderen yakni di temukan nya internet . Dalam komunikasi massa kita membutuhkan gatekeeper ( penapis informasi ) yakni beberapa individu atau kelompok yang bertugas menyampaikan atau mengirimkan informasi dari individu ke individu yang lain melalui media massa ( surat kabar, majalah , televisi , radio , vidio tape , compact disk , buku ).
          Definisi yang di kemukakan oleh Bittner di atas menekankan akan arti pentingnya gatekeeper dalam proses komunikasi . Sedangkan komunikasi massa yang dikemukakan Michael W. Gamble dan Teri Kwal Gamble (1986) akan semakin memperjelas apa itu komunikasi massa. Menurut mereka sesuatu bisa didefinisikan sebagai Komunikasi Massa jika mencakup hal-hal sebagai berikut :
    1. Komunikator dalam komunikasi massa dalam menyebarkan pesan-pesannya bermaksud mencoba berbagai pengertian dengan jutaan orang yang tidak saling kenal satu sama lain .
    2. Pesan adalah milik publik .
    3. Sebagai sumber , komunikator massa biasanya organisasi formal seperti jaringan, ikatan, atau perkumpulan . 
    4. Komunikasi massa dikontrol oleh gatekeeper ( penapis informasi ) . 
    5. Umpan balik dalan komunikasi massa sifatnya tertunda . 
    Dengan demikian media massa adalah alat-alat dalam komunikasi yang bisa menyebarkan pesan secara serempak, cepat kepada audience yang luas dan heterogen .
               Menurut Alexis S. Tan , dalam komunikasi massa itu komunikatornya adalah organisasi sosial yang mampu memproduksi pesan dan mengirimkannya secara serempak ke sejumlah orang banyak secara terpisah .Jika di terjemahkan secara bebas  Pertama ,komunikasi massa adalah komunikasi yang ditunjukan kepada massa , kepada khalayak meliputi seluruh penduduk atau semua orang yang membaca atau semua orang yang menonton televisi .Kedua,komunikasi massa adalah komunikasi yang disalurkan oleh pemancar-pemancar yang audio ataupun visual .

    Daftar Pustaka :

    Nurudin . 2006 . Pengantar Komunikasi Massa . Malang : PT Raja Grafindo
    Morissan . 2010 . Teori Komunikasi Massa . Jakarta : PT Ghalia Indonesia

    Minggu, 24 April 2016

    Era Komunikasi menurut Everett M Roggers


    Era Komunikasi Cetak(1456-Hingga Kini)

    Berikut adalah tahun tahun penting pada Era Komunikasi Cetak :

    ·         Tahun 1455 : Penemuan mesin cetak oleh Gutenberg. 
    ·         Tahun 1833 : Penerbitan surat kabar Penny Press yang pertama oleh The New York Sun.
    ·         Tahun 1839 : Daguerre menemukan metode fotografi yang praktis untk surat kabar.

    Orang-orang cina menunjukan banyak keunggulan dalam penemuan baru pembuatan kertas merupakan hasil penemuan orang cina .
    Pada tahun 100 Masehi orang Cina sudah mengenal bagaimana caranya mencetak huruf-huruf tulisan . Gambar-gambar atau huruf-huruf di “pahatan” terbalik pada sekeping kayu . Kemudian diulas dengan tinta , lalu ditekankan pada kertas . dengan demikian diperoleh cetakan seperti aslinya. Kepingan kayu dengan gambar atau tulisan disebut klise. Cara membuat klise memerlukan waktu yang lama. Kepingan-kepingan klise dirangkai berjajar, merupakan sebuah halaman buku. Sebelum cara pencetakan buku ditemukan, satu-satunya cara untuk memperbanyak buku ialah dengan menyalinnya berulang-ulang.
    Pada tahun 1450 Masehi seseorang pembuat cermin kaca di Mainz, Jerman, yang bernama Johann Gutenberg membuat suatu penemuan baru dibidang cetak mencetak.
    Pada tahun 1455, Johann Gutenberg mengembangkan mesin cetak yang menggunakan plat huruf yang terbuat dari besi yang dapat diganti – ganti dalam bingkai.
    Mesin ini pada awalnya digunakan untuk mencetak Kitab Injil karena pada saat itu belum banyak orang yang bisa membaca. Namun Zulkarimein (1989) dalam bukunya menyatakan bahwa penemuan mesin cetak mula – mula ditemukan pada abad ke-9 di Cina .
    Penemuan mesin cetak memberikan tanda munculnya era cetak dalam peradaban manusia dan awa revolusi industri. Jika era tulisan memungkinkan orang lebih bergantung pada fungsi visual, maka era cetak, ketergantungan tersebut semakin meluas. Kehadiran mesin cetak memungkinkan orang untuk membuat salinan dari tulisan, buku, pengumuman, dan sebagainya dalam jumlah besar.
    Teknologi cetak memungkinkan orang untuk menyimpan informasi secara lebih permanen , tidak mengandalkan ingatan saja seperti pada era tulisan . Era percetakan memungkinkan pada kelompok masyarakat non-elit untuk bisa mendapatkan akses terhadapa informasi .
    Menurut McLuchan, era cetak adalah periode dalam peradaban ketika orang terbiasa memperoleh informasi melalui kata-kata tercetak dan menjadi salah satu media yang dominan dalam masyarakat. McLuchan mengamati bahwa buku sebagai salah satu bentuk media cetak telah menjadi ‘mesin pengajaran yang ternama’ (the first teaching machine), dan kenyataannya, buku ajar (text book) tetap digunakan hingga saat ini.
    Menurut McLuchan, akibat atau hasil utama dari era cetak adalah munculnya masyarakat  yang semakin terkotak-kotak atau terfragmentasi. Hasil cetakan berupa buku atau bentuk tuisan lainnya bersifat mudah dipindahkan dan dapat dibawa-bawa dan dibaca dimana saja secara lebih privat. Ha ini membuat orang menjadi terisolasi dari lingkungan komunitasnya dan mendorong munculnya individuaisme.
    Daftar Pustaka :

    Pratignjo, S ,dkk .1982 . Komunikasi dari Zaman Purba Hingga Masa Kini . Jakarta : Cv Karya Indah
    Saydam,Gouzali . 1993 .  Sistem Telekomunikasi . Jakarta : Djambatan
    Nasution, Zulkarimein. 1989. Pengantar Ilmu Komunikasi dalam Prespektif. Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
    Morrissan, dkk. 2013.  Teori Komunikasi Massa. Bogor: Ghalia Indonesia.


     Era Tulisan(4000SM-Hingga Kini )

    Dari zaman ke zaman dan sejak manusia pertama menghuni bumi , manusia telah memerlukan komunikasi. Komunikasi ialah pertukaran informasi antara seseorang dengan orang lain . Pertukaran informasi ini dapat dilakukan dengan cara-cara memekai isyarat bunyi , isyarat tangan dan isyarat lainnya .
    Manusia dapat mempelajari masa-masa yang lalu melalui peninggalan-peninggalan berupa lukisan . Manusia purba belum mengenal tulisan . Tetapi mereka membuat lukisan-lukisan gambar bintang pada dinding-dinding gua tempat tinggalnya . Dalam perjalanan waktu lukisan tersebut mempunyai arti tertentu . Dengan lukisan-lukisan mereka dapat “merekam” peristiwa yang penting . Misalnya pada waktu suatu suku bangsa tersebut berperang dengan suku bangsa lain . Atau untuk memperingati suatu perburuan yang sangat berhasil . Dengan cara ini mereka dapat “bercerita” kepada anak-cucunya tentang peristiwa penting yang mereka alami .
    Tulisan sudah mulai muncul pada tahun 8000 SM. The Fertile Cresent, terutama Mesopotamia, mempunyai perjalanan panjang dalam memproduksi dan menggambarkan bahasa lisan. Bentuk simbol yang ada pada tanah liat muncul sekitar pada tahun 8000 SM di Sumer. Tanah liat yang berukuran kecil dan ditulis dengan simbol ketiga, bulat, kerucut, dan tanda – tanda lainnya untuk mempresentasikan domba, takaran untuk biji – bijian / padi, sebotol minyak, dan barang – barang lainnya yang masih berhubungan dengan perdagangan. Tanda – tanda tersebut membantu masyarakat untuk menjaga barang – barang untuk menjaga barang – barang untuk menyatukan dan mendistribusikan sumber – sumber daya masyarakat.

    Era komunikasi pada masa itu berfungsi sebagai sistem pengenal bentuk yang dikenal dapat menggambarkan informasi. Informasi tersebut digambarkan pada dinding gua tentang bagaimana mereka berburu binatang pada waktu itu. Mereka mulai mengidentifikasikan benda – benda yang ada disekitar lingkungan sebagai penanda dalam berkomunikasi. 

    Perkembangan komunikasi selanjutnya adalah dihasilkannya alat yang dapat digunakan untuk menciptakan bunyi dan isyarat seperti gendang, terompet, asap dan lain sebagainya. Manusia pada masa ini menemukan media untuk menulis segala aturan, kontrak, undang – undang dan catatan keagamaan.

    Kira-kira 3500 tahun sebelum Masehi bangsa Sumeria telah dapat membuat tulisan berupa pahatan pada sebuah papan yang terbuat dari tanah liat . Kemudian papan tanah liat lalu dibakar agar menjadi kuat tak mudah pecah .
    Pada zaman Sriwijaya dan Majapahit sudah dikenaln komunikasi tertulis (surat menyurat) yang merupakan embrio perposan pada saat itu . Di abad ke-5 di pulau Jawa dan Sumatra sudah terdapat bahasa Sangsekerta atau bahasa Melayu Kuno dalam prasasti-prasasti yang ditemui .
    Prasasti itu berisi pujian-pujian kepada raja yang berjasa . Prasasti tersebut merupakan batu tertulis (berpahat) supaya tahan lama , dan dapat dibaca oleh generasi yang akan datang . Huruf-huruf yang dipakai dalam prasasti itu adalah huruf Sangsekerta dari India Selatan yang disebut Pallawa . Huruf Pallawa ini akhirnya menjadi huruf  Jawa , Sunda , Bali , Batak .
    Pada era tulisan orang menekankan pada indra penglihatan yang ditandai dengan diperkenalkannnya huruf abjad (alfabet) dan karenanya, mata menjadi indra yang dominan dalam berkomunikasi.Menurut McLuchan, orang yang bisa membaca berarti dia mengutamakan fungsi indra penglihatan dari pada pendengaran. Tulisan telah menyebabkan orang menjadi terlepas dari lingkungan kesukaan yang bersifat kolektif dan memasuki lingkungan yang bersifat privat. Tulisan memungkinkan individu meninggalkan lingkungan kolektif tanpa harus terputus dari arus informasi. McLuchan menyatakan bahwa penemuan huruf atau abjad (alfabet) menyebabkan orang melihat lingkungan mereka berdasarkan cara pandang atau perspektif visual dan ruang. Ia juga menyatakan bahwa munculnya abjad membuat pengetahuan tidak lagi menjadi monpoli orang-orang tertentu saja (eksklusif) karena pengetahuan juga dapat diakses oleh lebih banyak orang.
    Pada era tulisan ini, orang mulai mampu mendapatkan informasi tanpa bantuan anggota kelompok lainnya dan karenanya, masyarakat masyarakat mulai cenderung bersifat individuaistik dan muai meninggalkan orientasi pada kelompok sehingga memengaruhi kekuatan ikatan masyarakat suku. Munculnya tulisan menjadi awal dari era dimana komunikasi tidak perlu dilakukan secara tatap muka.
    Daftar Pustaka :
    Pratignjo, S ,dkk .1982 . Komunikasi dari Zaman Purba Hingga Masa Kini . Jakarta : Cv Karya Indah
    Saydam,Gouzali . 1993 .  Sistem Telekomunikasi . Jakarta : Djambatan
    Morrissan, dkk. 2013.  Teori Komunikasi Massa. Bogor: Ghalia Indonesia.
    Nasution, Zulkarimein.  1989.  Pengantar Ilmu Komunikasi dalam Prespektif .
    Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

    Hafied, Canagara . 2011. Pengantar Ilmu Komunikasi .  Jakarta: PT Rajagrafindo Persada

    Era Komunikasi Interaktif ( 1946-Hingga Kini )

    Berikut ini adalah catatan tahun – tahun penting pada era komunikasi interaktif, sebagai berikut :

    ·         Tahun 1946 Penemuan Mainframe Computer, ENIAC (electronic numerical integrator and calculator) dengan 18.000 vacuum tubes di Universitas Pensyvania, Amerika Serikat.
    ·         Tahun 1947 William Shockley, Hohn Bardeen dan Walter Brattain menemukan pesawat radio transistor.
    ·         Tahun 1956 Penemuan videotape oleh perusahaan Ampex, Redwood City, California.
    ·         Tahun 1957 Peluncuran satelit luar angkasa pertama (SPUTNIK) oleh Rusia.
    ·         Tahun 1969 Pesawat luar angkasa NASA yang dikendalikan oleh mini computer yang besarnya 300 kali lebih kecil dari ENIAC mendarat di Bulan.
    ·         Tahun 1971 Penemuan micro processor pengendali komputer (CPU) oleh Tred Hoff.
    ·         Tahun 1975 Home Box Office mulai menyiarkan siaran TV kabel melalui satelit.
    ·         Tahun 1976 Sistem teleks diperkenalkan oleh BBC dan ITV di Inggris untuk pertama kali.
    ·         Tahun 1977 Sistem TV kabel interaktif Qube diperkenalkan untuk pertama kali di Amerika Serikat.
    ·         Tahun 1979 Sistem videoteks diperkenalkan oleh British Post Office Inggris.

    Masa awal dari perkembangan komunikasi interaktif ditandai dengan adanya tahapan fonetik dan fonetika. Fonetika merupakan ilmu Bahasa yang mempelajari suara yang dihasilkan oleh manusia. Alexander Melville Bell memperkenalkanfonetika modern lewatkaryatulisannya yang berjudul Visible Speech. Buku itu memberikan pengetahuan dengan bentuk pencatatan vocal Bahasa secara akuarat dan terarah. Fonetik apun memiliki tiga batang pusat yaitu fonetik arti kulatoris, fonetik akustik, fonetik auditori. Melalui hal tersebut, kita dapat mengetahui bahwa komunikasi manusia semakin terbantu dengan adanya teknologi-teknologi yang terus bertambah.
    Munculnya komunikasi interaktif berawal pada tahun 1946, saat itu peluncuran computer bingkai utama atau computer kerangka utama di Philadelphia, Amerika Serikat telah menjadi pelopor dari kemjuan teknologi di era ini. Perkembangan komunikasi interaktif terus berlangsung hingga ke zaman modern, saat ini komunikasi interaktif telah marak dipergunakan oleh masyarakat luas untuk memudahkan mereka berinteraksi .

    Daftar Pustaka:

    Tommy, Suprapto . 2011 . Pengantar Ilmu Komunikasi Dan Peran Manajemen dalam Komunikasi . Yogyakarta: CAPS


    Era Telekomunikasi(1844-Hingga Kini)

    Berikut ini adalah catatan penting pada era telekomunikasi, sebagai berikut :

    ·         Tahun 1844 Samuel Morse  mengirimkan pesan melalui telegraph untuk pertama kali.
    ·         Tahun 1876 Alexander Graham Bell mengirimkan pesan melalui pesawat telepon untuk pertama kalinya.
    ·         Tahun 1894 Pertama kalinya ada penemuan film untuk bioskop.
    ·         Tahun 1895 Guglielmo Marcomi mengirimkan pesan melalui radio.
    ·         Tahun 1912 Lee De Forest menemukan Vacuum Tube.
    ·         Tahun 1920 Siaran radio pertama di Pittsburgh, Amerika Serikat.
    ·         Tahun 1933 RCA mendemonstrasikan TV di Amerika Serikat.
    ·         Tahun 1941 Siaran TV komersial pertama.

    Melakukan komunikasi merupakan kebutuhan manusia dalam hidup berkelompok . Menurut para ahli 90% dari kegiatan manusia sehari-hari dihabiskannya untuk komunikasi ini . Karena ia merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi , maka semua menghendaki agar komunikasi itu dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja , baik dalam waktu berdekatan , apalagi ketika berjahuan.
    Cara penyampaian informasi yang lebih cepat pertama-tama ditemukan oleh bangsa Yunani dan Romawi dengan menggunakan sistem komunikasi telegraf optik dalam bentuk sederhana . Telegraf optik ini dikembangkan lagi oleh Claude Chappe ( Prancis) pada tahun 1793 dengan mendirikan serangkaian alat ( stasiun ) antara Paris dan Rijssel (230 km) .
    Komunikasi melalui telegraf ternyata dianggap belum memuaskan , karena informasi yang disalurkan searah , dan belum bisa diketahui hasilnya . Telegraf optik Chappe ini bertahan beberapa puluh tahun melayani pemerintah dan masyarakat Prancis sampai ditemukannya telegraf listrik.
    Telegraf listrik yang pertama ditemukan oleh Morse(1832)di Indonesia komunikasi telegraf ini mulai digunakan pada tahun 1856 untuk keperluan pemerintah penjajahan Belanda . 
    Daftar Pustaka :
    Saydam,Gouzali . 1993 .  Sistem Telekomunikasi . Jakarta : Djambatan
    Hafied, Canagara, 2011, Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta, PT Rajagrafindo Persada




    Selasa, 22 Maret 2016

    Media Sosial




    Akses terhadap media telah menjadi salah satu kebutuhan primer dari setiap orang . Kemajuan teknologi dan informasi serta semakin canggihnya perangkat-perangkat yang diproduksi oleh industri seperti menghadirkan nya “dunia dalam genggaman”.


    Secara sederhana istilah media bisa dijelaskan sebagai alat komunikasi sebagaimana definisi yang selama ini diketahui (Laughey,2007; McQuail,2003) . Terkadang pengertian ini cenderung lebih dekat terhadap sifatnya yang massa karena terlihat dari berbagai teori yang muncul dalam komunikasi massa . Namun , semua definisi yang ada memiliki kecenderungan yang sama bahwa ketika disebutkan kata ”Media” yang muncul bersamaan dengan itu adalah sarana yang disertai dengan teknologinya .


    Kata “Sosial” dalam media sosial secara teori semetinya didekati oleh ranah sosiologi. Bahkan dalam teori sosiologi disebutkan bahwa media pada dasarnya adalah sosial karena media merupakan bagian dari masyarakat dan aspek dari masyarakat yang direpresentasikan dalam bentuk perangkat teknologi yang digunakan   

    Dua pengertian dasar tentang media dan sosial telah dijelaskan , namun tidak mudah membuat definisi media sosial bedasarkan perangkat tekhnologi semata . Diperlukan pendekatan dari teori-teori sosial untuk memperjelas apa yang membedakan antara media sosial dan media lainnya di internet . 

    Untuk menjelaskan hal ini Fuchs mengawalinya dengan berkembangnya kata WEB 2.0 yang dipolulerkan oleh O’Reilly(2005) . Web 2.0 merujuk dari media internet yang tidak sekedar penghubung antara individu dengan perangkat (tekhnologi atau jaringan) komputer yang selama ini ada dan terjadi dalam web 1.0 akan tetapi telah melibatkan individu untuk memublikasikan secara bersamaan saling mengolah dan melengkapi data , web sebagai platfrom atau program yang bisa dikembangkan , sampai pada penggunaan dengan jaringan dan alur yang sangat panjang .

    Tiga bentuk yang bisa merujuk pada makna bersosial adalah pengenalan (cognition), komunikasi (communication) dan kerja sama (co-operation) .
      


    Media sosial merupakan salah satu platfrom yang mucul di media siber . Karena itu , melihat media sosial yang ada tidak jauh berbeda dengan karakteristik yang dimiliki media siber dan bagaimana karakteristiknya , bisa diperdalam melalui buku penulis yang berjudul Teori dan Riset Media Siber .


    Adapun Karakteristik media sosial , yaitu :
    Jaringan (network)
    Informasi (information)
    Arsip (archive)
    Interaksi (interactivity)
    Simulasi sosial ( simulation of society)
    Konten oleh pengguna (user-generated contenct)




    Daftar Pustaka :

    Nasrullah,Rulli . 2015 . Media Sosial . Bandung : Simbiosa Rekatama Media