Selasa, 22 Maret 2016

Televisi



Perkembangan Sejarah Televisi


Mungkin tidak banyak orang yang menolak pandangan bahwa dewasa ini adalah era elektronika.Kehidupan sebagian besar umat manusia sangat tergantung pada teknologi informatika.Menurut McLuhan dan Foire (1964,1967) memiliki pandangan menarik mengenai era elektronika yang dicirikan dengan kehadiran teknologi komunikasi,antara lain seperti televisi. 


Televisi adalah media yang mampu menyajikan pesan dalam bentuk suara,gerak,pandangan dan warna secara bersamaan sehingga mampu menstimuli indera pendengaran dan penglihatan. Keberadaan televisi juga sangat berkaitan dengan terlebih dahulu ditemukannya fotografi .Konsep photo atau merekam gambar melalui cahaya dimulai dengan ditemukannya kamera pinhole sekitar abad ke 17 yaitu alat berupa kotak yang terbuat dari papan kayu dan salah satu dinding kotak tersebut dilengkapi lensa obscure yaitu lubang kecil tepat di tengah-tengah.

Penyempurnaan-penyempurnaan fotografi terus berlanjut, pada tahun 1826 Joseph Nicephore Niepce dari Prancis berhasil membuat lapisan yang berasal dari campuran perak untuk menciptakan gambar pada sebuah lempengan timah tebal kemudian disinari dengan cahaya untuk menghasilkan gambar. 

Perkembangan fotografi ini terus di dorong dengan dirintisnya penciptaan film(motion picture) oleh Thomas Alva Edison dengan diciptakannya kinetoscop. Kemudian penemuan ini dikembangkan oleh Lumiere bersaudara pada 28 Desember 1894 dengan dibuatnya cinematographe,yakni piranti yang mengkombinasikan kamera sebagai alat untuk memproses film dengan proyektor menjadi satu.

Perkembangan Penyempurnaan Televisi

Pada tahun 1875 George Carey di Boston mengembangkan gambar televisi dengan hasil visualisasi yang belum sempurna. Kemudian oleh WE Sawyer dari Amerika dan Maurice Leblanc dari Prancis pada tahun 1880, Visualisasi gambar televisi disempurnakan dengan penayangan elemen-elemen gambar secara garis demi garis, frame demi frame . Tahun 1884 seorang mahasiswa di Berlin Jerman bernama Paul Nipkow menciptakan sebuah alat untuk memproyeksikan gambar dengan tenaga listrik dan pancaran gelombang radio yang merupakan cikal bikal pesawat televisi.


Perkembangan Pesawat Televisi dan Media Penunjang

Kontak televisi pertama kali dijual secara komersil sejak tahun 1920-an dan sejak saat itu televisi telah menjadi barang biasa dirumah, kantor bisnis, maupun institusi , khususnya sebagai sumber kebutuhan akan hiburan dan berita serta menjadi media periklanan. Sejak 1970an, kemunculan kaset vidio,cakram laser,DVD dan kini cakram Blu-ray, juga menjadikan kontak televisi sebagai alat untuk melihat materi siaran serta hasil rekaman. Dalam tahun-tahun terakhir,siaran televisi telah dapat diakses melalui internet, misal melalui iPlayer dan Hulu .

Walaupun terdapat bentuk televisi lain seperti televisi sirkuit tertutup, namun jenis televisi yang paling sering digunakan adalah televisi penyiaran, yang dibuat bedasarkan sistem penyiran radio yang dikembangkan sekitar tahun 1920-an , menggunakan pemancar frekunsi radio berkekuatan tinggi untuk memancarkan gelombang televisi ke penerima gelombang televisi.



Sejarah dan Perkembangan Televisi di Indonesia

Industri televisi Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1962 dimulai dengan pengiriman teleks dari Presiden Soekarno yang berada di Wina kepada Mentri Penerangan Maladi pada 23 Oktober 1961 . Presiden Soekarno memerintah Maladi untuk segera mempersiapkan proyeksi televisi.TVRI adalah stasiun televisi pertama yang berdiri di Indonesia .

Jenis-jenis Televisi antara lain :
·         Televisi Analog
·         Televisi Digital
·         Televisi Satelit
 
Kelebihan televisi :  Mampu menampilkan hal menarik yang ditangkap oleh alat indera pendengaran dan penglihatan mampu menampilkan secara detil suatu peristiwa/kejadian suatu produk dan pembicara karena mempengaruhi dua indera sekaligus  maka effek persuasinya lebih kuat ketimbang media lainnya jumlah pemirsanya lebih banyak sehingga ia merupakan media paling populer.

Kelemahan Televisi : Biaya produksi nya mahal waktu yang dibutuhkan untuk proses produksi sampai selesai sangat lama khalayak sangat heterogen sehingga sulit menjangkau publik sasaran yang diinginkan peralatan peliputan sangat mahal dan rumit penggunaannya bila tidak dipersiapkan dengan matang justru akan menciptakan image buruk .

Daftar pustaka :
Corry Wardhani , Andy dan Hamid , Farid. 2010 . Teori Komunikasi Massa. Bogor : Ghalia Indonesia
Wardhani, Diah . 2013 . Media Relations . Yogyakarta : Graha Ilmu
Arifuddin,Irfan . 2013 . Ensiklopedia Mini Perkembangan Sejarah Penemuan Televisi . Bandung : CV Angkasa
 













 
 
 
 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar